Cara Kerja Pinjaman Online

Teknologi digital ternyata juga sudah merambah ke sektor finansial termasuk peminjaman dana. Belakangan ini marak kita lihat berbagai berita tentang penipuan atas nama pinjaman online. Begitu juga kasus bunuh diri nasabah yang tidak sanggup membayar cicilannya. Sebenarnya bagaimanakah cara kerja pinjaman online tersebut sehingga bisa membuat orang tertarik.

Mayoritas orang yang meminjam uang lewat aplikasi fintech pinjaman online disebabkan karena syaratnya tidak seberat di bank konvensional. Setidaknya ketika meminjam uang di pinjol orang tidak diharuskan memiliki jaminan atau agunan. Hanya saja memang masih banyak fintech pinjol yang tidak bertanggung jawab dan ilegal sehingga hanya mendatangkan kasus pada akhirnya. Nah, agar tidak terjebak dan terjerat pada fintech abal-abal dan ilegal, ketahui bagaimanakah seharusnya sistem pinjaman online itu berjalan.

Cara Kerja Pinjaman Online yang Legal dan Benar

1. Bunga Pinjaman Rendah

Cukup banyak orang yang mengalami terjerat bunga yang sangat tinggi ketika meminjam uang di fintech pinjol. Bahkan besarnya bunga bisa sama dengan atau melebihi nominal pinjaman itu sendiri. Kalau Anda pernah mendengar cerita dari orang lain atau sudah mengalaminya sendiri sebaiknya hindari.

Fintech pinjaman online yang legal dan sudah terdaftar di OJK tidak pernah memberikan bunga tinggi. Rata-rata fintech legal menetapkan bunga sebesar 1% saja per hari untuk dana yang dipinjamkan kepada nasabah. Jika Anda menemukan penawaran pinjaman online dengan bunga lebih dari 1% sebaiknya batalkan saja.

2. Tidak Ada Pungutan Apapun Sebelum Uang Cair

Aturan yang sesuai dan menurut undang-undang yang berlaku menjadi dasar bagi fintech pinjaman online terpercaya dan legal. Oleh karena itu jugalah bisa dipastikan cara kerja pinjaman online tersebut pasti bisa dipertanggungjawabkan dan tidak merugikan nasabah.

Salah satunya adalah tidak akan ada biaya dan pungutan apapun kepada nasabah sebelum dana pinjaman dicairkan. Pinjaman online yang sudah memungut biaya administrasi dan lainnya sebelum uang cair bisa dicurigai ilegal. Teliti dan berhati-hatilah dalam hal ini dengan menolak memberikan biaya apapun sebelum uang pinjaman tersebut cair.

3. Tidak Pernah Memaksa Nasabah

Dulu ketika era digital belum merambah ke bidang finansial dan pinjaman dana kebanyak orang meminjam kepada rentenir. Kalau diperhatikan kebanyakan rentenir akan memaksa orang untuk berhutang padanya dengan janji-janji surga.

Begitu juga setelah ada pinjaman online, perhatikan apakah mereka terkesan memaksa Anda untuk meminjam dana apalagi dalam jumlah yang besar. Meskipun Anda memang sedang sangat membutuhkan dana tetapi sangat tidak disarankan meminjam dari fintech yang memaksa seperti itu.

4. Persyaratan Cukup Mudah dan Masuk Akal

Meminjam uang dalam jumlah tertentu kepada bank konvensional tentu saja mengharuskan Anda memberikan agunan atau jaminan. Biasanya agunan yang diberikan berbentuk aset berharga seperti tanah atau rumah terutama kalau pinjaman dalam jumlah besar. Belum lagi ditambah dengan syarat dokumen administrasi yang banyak dan cukup rumit.

Sedangkan untuk meminjam uang lewat pinjaman online syarat yang diberikan relatif lebih mudah dan ringan. Berdasarkan cara kerja pinjaman online yang benar selama ini syarat yang harus dipenuhi nasabah tidak rumit. Nasabah hanya perlu memiliki KTP, NPWP, pekerjaan tetap, memiliki penghasilan sesuai ketentuan, buku rekening dan usia sesuai kriteria.

5. Pencairan Dana Sesuai Aturan

Meskipun pinjaman online adalah solusi bagi yang butuh dana segar segera tapi bukan berarti langsung cair dalam beberapa jam saja. Fintech pinjol legal tetap akan melakukan survei kepada Anda sebelum pengajuan di acc dan dana dicairkan.

Umumnya pihak fintech pinjol membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 hari untuk analisis data Anda. Setelah itu barulah dana pinjaman yang diajukan akan ditransfer melalui rekening bank Anda.  Cara kerja pinjaman online legal dan terdaftar di OJK tetap memakai prosedur yang benar dalam pencairan dana.

Sebaliknya, Anda juga sebaiknya mengetahui bagaimana cara kerja dari fintech pinjaman online yang ilegal. Tujuannya adalah agar Anda bisa terhindar dari jebakan mematikan mereka.

Cara Kerja Fintech Pinjaman Online Ilegal


1. Penagihan Cicilan Tidak Manusiawi

Sudah banyak orang yang menjadi tidak nyaman hidupnya sejak berurusan dengan pinjaman online ilegal. Akibat cara kerja pinjaman online ilegal tersebut bahkan bisa membuat orang stres dan nekat mengakhiri hidupnya. Dari fakta yang banyak terjadi fintech ilegal seringkali melakukan cara-cara penagihan yang tidak manusiawi.

Mulai dari melakukan teror kepada nasabah peminjam dana hingga menyebarkan SMS ataupun WA kepada keluarga dan kenalannya. Belum lagi ditambah dengan debt collector yang selalu mengejar dan membuntuti nasabah. Parahnya banyak juga fintech ilegal yang mengakses data pribadi milik nasabahnya.

2. Bunga Pinjaman Sangat Tinggi

Jika cara kerja pinjaman online legal salah satunya adalah memberikan bunga pinjaman yang rendah pada nasabah sebaliknya yang ilegal. Sudah mirip dengan rentenir saja fintech pinjol ilegal akan menjerat nasabahnya dengan bunga tinggi.  Nilai nominal bunga pinjaman bisa melampaui besarnya pinjaman itu sendiri. Bahkan ada yang mematok bunga hingga 8% per harinya.

3. Pencairan Dana Tidak Sesuai Kesepakatan Pagu

Berdasarkan pengalaman yang dialami masyarakat, pencairan dana pinjaman pada fintech pinjaman online ilegal tidak sesuai kesepakatan pagu sebelumnya. Banyak nasabah yang mengajukan pinjaman sebesar Rp. 1 juta sedangkan dana yang cair hanyalah Rp. 900 saja. Atau yang lebih memprihatinkan ada juga pinjaman Rp. 1 juta hanya cair Rp. 700 ribu saja.

Bagaimanapun kita tidak bisa menutup mata pada keberadaan pinjaman online yang faktanya memang dibutuhkan oleh masyarakat. Hanya saja nasabah sebaiknya berhati-hati dan memperhatikan cara kerja pinjaman online tersebut agar tidak terjebak pada pinjaman online yang ilegal. Anda juga bisa mendapatkan informasi terlengkap dan terpercaya mengenai pinjaman online di https://www.cekaja.com/pinjaman-online. Semoga bermanfaat!